Maaf, dan Terima Kasih

Halo. Aku sadar tulisan ini tidak akan pernah sempat kau baca. Aku juga ragu, dan takut sebenarnya. Tapi biarlah, membatasi diri untuk tidak menyampaikan sesuatu itu hal terburuk kan?

2020. Aku selalu tertarik pada lelaki sopan dan pintar. Ya walaupun aku jauh dari dua nilai itu. Hari itu, dari pesan WhatsApp aku sudah yakin sekali. Kau adalah lelaki yan sopan dan begitu baik. 

Awal tahun di 2021, hari itu akhirnya aku dapat melihatmu. Secara langsung. Bukan dari status WA dan bukan dari lelucon yang terlempar di grup. Cukup pendiam. Tidak banyak bicara. Dan, ya benar. Dugaanku tepat, kalau kau begitu pintar. Hari itu aku masih kagum padamu. Layaknya aku kagum pada senior umumnya. Tanpa ada keinginan untuk tahu lebih jauh lagi. 

Dalam organisasi serupa, kita jumpa. Lalu kembali berjarak dalam beberapa waktu belakangan. Ada dua hingga tiga bulan kalau tidak salah, lalu kita kembali bertemu dalam bangku yang bersebelahan. 

Namaku disandingkan denganmu. Ya, mulai dari sana kalau tidak salah. 

Masalahnya, ada ketimpangan pemikiran, akal, dan pengetahuan. Aku yang jauh dari segala hal yang harus diketahui. dan kau yang mungkin lebih banyak tahunya. Tiap malam saat hendak tidur, aku selalu merasa bersalah. "Dalam tim ini, aku merepotkan mu tidak ya?"

Setiap hari, aku selalu membisikkan kata maaf dalam hati. "Aduh maaf, aku ga bisa baca map. Maaf, hari ini aku merepotkan. Maaf ini wawancara pertamaku. Maaf aku tidak bisa apa-apa." Ya, semuanya hanya terucap dalam hati saja. Maaf sekali, pasti kau tidak ingin lagi kan sekelompok denganku di liputan yang sama bukan?

Baik aku yang dipertama kali kita berjumpa, hingga yang sekarang. Aku masih sama diam-diam melafalkan maaf dalam hati. Ya benar, aku takut dan sangat sungkan padamu. Kadang kau ucapkan, "sans aja" walaupun aku tidak bisa sesantai itu. Aku gugup. Dan merasakan bulir keringat mengalir lebih kencang. 

Waktu berjalan lebih cepat. Tidak pernah kuduga bahwa kita, akan lebih sering berjumpa dari hari-hari sebelumnya. Kegiatan di organisasi, menuntut aku dan kau yang harus lagi-lagi bertemu. Dari hari itu, rasa kagum berevolusi menjadi rasa penasaran. Rasa gugup yang selama ini kualami bukanlah karena ku sungkan. Aku segera mencari tahu, dan ku yakini bahwa aku suka padamu.

Tidak sesederhana itu. Tidak semudah ini untuk menghakimi diri sendiri bahwa aku benar-benar menyukaimu. Aku menolak terkaan dari diri ku sendiri, bahwa aku suka padamu. Hingga saat malam aku sulit terlelap, menangis, dan merasakan cemburu, aku harus menerima bahwa aku menyimpan perasaan lebih dari kagum. 

Ya. Kak, maaf aku suka kau. Ini membebaniku. Ini membuatku sulit. Ruangku lebih sempit. Aku selalu kebingungan saat kau mengajakku berbicara. Aku selalu berpikir, apa kau membenciku? Aku juga selalu panik, apa perasaanku mudah sekali untuk dibaca? Bagaimana jika kau tahu? Kadang diam-diam aku menangis. Ya, aku benci diri sendiri kalau aku benar-benar sangat menyukaimu. Apakah semudah ini? Haha

Tapi bagaimanapun, perasaan suka ini bukanlah suatu hal yang mudah kukendalikan. Aku hanya bisa menerima, dan yah hanya pasrah. Jika mereka bertanya mengapa semudah itu, jujur aku tidak mampu untuk menjawabnya. Aku hanya bingung, dan sedikit benci. Harusnya aku tidak pernah menyimpannya bukan?

Sering kali aku merasakan keanehan. Perasaan marah yang kupikir aku sama sekali tidak berhak untuk memilikinya. Intinya, aku minta maaf karena sudah suka.


Suatu malam. Hari itu kita bersebelahan di ruangan yang juga ramai orang lainnya. Aku berkutat dengan tugasku, kau juga sibuk dengan laptopmu. Kau sedikit terkejut, dan aku bertanya ada apa. Kau tunjukkan pesan dari perempuan yang menyatakan perasaannya padamu. Dan kutunjukkan ekspresi kebingungan atas apa yang harus kulakukan. Diam-diam, aku memujinya yang begitu hebat. Sedangkan aku, hanya bisa menangis karena sudah suka padamu. Bukan karena apa-apa. Ini hanya masalah ketimpangan pada pemikiran dan akal. Ah, aku hanya bisa-bisa diam hingga akhir kapan aku bisa menghilangkan perasaan ini.


Maaf sudah suka. Terima kasih juga. 

Komentar

Postingan Populer