Menjadi Tidak Berguna
Padahal saya sudah memberi seluruh kemampuan diri saya untuk terus menjadi yang terbaik. Uang, waktu, perasaan, semuanya saya berikan tanpa terkecuali. Perihal dendam selalu saya sampingkan, karena sebenarnya saya tidak ingin tumbuh menjadi makhluk yang egois. Tapi masih saja nyaring-nyaring isu bertebaran mengenai keburukan diri saya.
"Tidak berguna." Kalimat itu pernah membuat diri saya berpikir, apakah selama ini yang saya berikan tidak cukup? atau ternyata, mata mereka tertutupi oleh proses yang sangat melelahkan ini.
Padahal saya sudah berusaha, tapi begitulah. Kebanyakan manusia hanya ingin melihat hasil tanpa melihat usaha yang sangat menyebalkan, kecuali manusia itu mati tragis untuk memberikan bukti yang cukup.
Tidak berhenti pada kalimat tidak berguna, ternyata mereka memberi perbandingan diri saya dengan orang lain. Pernyataan itu cukup membuat saya mengurung beberapa hari lamanya, berpikir dalam jiwa yang setengah mati, 'lalu apakah saya harus menjadi mereka? lalu bagaimana dengan diri ini?'
Menjadi berguna cukup membuat saya menggila, saya harus melupakan kemalangan pada diri sendiri, berlagak menjadi orang lain supaya mereka bisa berteriak terima kasih pada kesepian. Saya harus melenyapkan jiwa dalam diri saya, supaya mereka bisa mengucapkan kerja bagus pada rasa lelah. Rasanya sangat menyedihkan, tapi mereka tidak lagi melontarkan pernyataan kejam itu.
Hingga detak jantung saya berdegup kencang, saya tersadar satu hal. Selama ini saya ingin menjadi berguna untuk kebanyakan orang, menyampingkan rasa kebahagiaan dan kepedulian terhadap diri sendiri. Saya baru tersadar satu hal mendasar paling penting: saya tidak berguna untuk diri saya. Hidup saya begitu malang, dan terbesit untuk menjadi egois.
Waktu berjalan dengan cepat. Orang-orang menoleh ke arah saya dengan alis yang menyatu melukiskan kebingungan. Kata-kata 'tidak berguna' kembali saya dapatkan, tapi saya sudah tidak peduli. Ternyata tumbuh menjadi egois tidak seburuk yang saya pikirkan. Pelangi dalam hati saya masih dalam proses terlukis, dan pelan-pelan mereka mengurangi lontaran perkataan 'tidak berguna' kepada saya. Mungkin mereka lelah, atau bisa jadi telah membenci diri saya?
Menjadi berguna bukan sebuah perlombaan bukan?
Emang apa salahnya menjadi orang tidak berguna?
Apakah saya boleh menjadi tidak berguna untuk orang lain? Saya janji, saya akan berguna bagi diri saya sendiri, dan orang lain dengan persyaratan jika mereka sudah pandai untuk mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi usaha yang saya berikan. Saya janji akan kembali berguna, saat waktunya sudah kembali tepat.
Komentar
Posting Komentar